Cara Cek Nama Distro, Versi, dan Info Dasar OS Linux
Pendahuluan
Informasi OS merupakan salah satu hal yang penting untuk diketahui dalam mengelola server Linux. Informasi ini biasanya diperlukan dalam melakukan troubleshooting, melakukan instalasi packageg, atau sekadar untuk cek dokumentasi.
Di sini kita akan coba:
☐ Cek nama distro dan versinya
☐ Cek versi kernel
☐ Cek arsitektur, apakah 32-bit ataukan 64-bit
☐ Cek hostname
☐ Cek uptime, sejak kapan OS menyala
☐ Cek penggunaan memori
☐ Cek penggunaan disk storage
☐ Cek IP, network adapter, dan penggunaan jaringan
1. Menggunakan /etc/os-release
Hampir semua distro Linux modern menyimpan informasi OS dalam file /etc/os-release
. Gunakan perintah:
cat /etc/os-release
Contoh output:
NAME="Ubuntu"
VERSION="22.04.2 LTS (Jammy Jellyfish)"
ID=ubuntu
ID_LIKE=debian
PRETTY_NAME="Ubuntu 22.04.2 LTS"
VERSION_ID="22.04"
HOME_URL="https://www.ubuntu.com/"
SUPPORT_URL="https://help.ubuntu.com/"
BUG_REPORT_URL="https://bugs.launchpad.net/ubuntu/"
Penjelasan:
NAME
→ Nama distroVERSION
→ Versi lengkapID
→ Identitas distro dalam format singkatID_LIKE
→ Keluarga distro (misalnya, Ubuntu berbasis Debian)PRETTY_NAME
→ Nama lengkap yang biasanya digunakan dalam UIVERSION_ID
→ Nomor versi utamaHOME_URL
,SUPPORT_URL
,BUG_REPORT_URL
→ URL untuk dokumentasi dan dukungan
2. Menggunakan lsb_release
Jika distro mendukung Linux Standard Base (LSB), gunakan:
lsb_release -a
Contoh output:
Distributor ID: Ubuntu
Description: Ubuntu 22.04.2 LTS
Release: 22.04
Codename: jammy
Keterangan:
Distributor ID
→ Nama distroDescription
→ Informasi lengkap distroRelease
→ Nomor versiCodename
→ Nama kode rilis
Catatan: Perintah ini mungkin perlu diinstal dengan sudo apt install lsb-release
di beberapa distro.
3. Mengecek Versi Kernel
Untuk mengetahui versi kernel Linux yang sedang digunakan:
uname -r
Contoh output:
5.15.0-76-generic
Kegunaan:
- Berguna saat menginstal driver atau troubleshooting masalah kompatibilitas.
- Jika kernel terlalu lama, pertimbangkan upgrade!
- Beberapa software memerlukan minimal versi kernel tertentu agar dapat berjalan optimal.
4. Mengecek Arsitektur OS
uname -m
Hasilnya bisa berupa x86_64
(64-bit) atau i686
(32-bit).
Mengapa ini penting?
- Beberapa paket hanya kompatibel dengan arsitektur tertentu.
- Penting untuk memilih installer aplikasi yang sesuai.
- Dapat membantu menentukan optimasi sistem.
5. Mengecek Hostname
hostnamectl
Contoh output:
Static hostname: server01
Icon name: computer-vm
Chassis: vm
Machine ID: 1234567890abcdef
Boot ID: abcdef1234567890
Operating System: Ubuntu 22.04.2 LTS
Kernel: Linux 5.15.0-76-generic
Architecture: x86-64
Penting untuk dokumentasi server dan remote access.
- Jika mengelola banyak server, hostname membantu identifikasi mesin.
- Bisa dikonfigurasi ulang dengan
sudo hostnamectl set-hostname namabaru
.
6. Mengecek Uptime Server
uptime -p
Contoh output:
up 3 hours, 42 minutes
Mengetahui sudah berapa lama sistem berjalan sejak booting.
- Berguna untuk mengetahui stabilitas sistem.
- Jika uptime terlalu panjang, mungkin perlu reboot berkala.
- Bisa dikombinasikan dengan
uptime -s
untuk melihat waktu boot terakhir. - Mengapa uptime panjang bisa menjadi masalah?
- Server yang berjalan terlalu lama tanpa reboot dapat mengalami fragmentasi memori.
- Beberapa layanan mungkin mengalami memory leaks, menyebabkan konsumsi RAM yang berlebihan.
- Pembaruan sistem yang memerlukan reboot bisa tertunda, meningkatkan risiko keamanan.
- Perangkat keras juga bisa mengalami degradasi performa akibat proses yang terus berjalan tanpa henti.
7. Mengecek Penggunaan Memori
free -h
Contoh output:
total used free shared buff/cache available
Mem: 15Gi 6Gi 2Gi 1Gi 7Gi 8Gi
Swap: 2Gi 1Gi 1Gi
Mengapa ini penting?
- Mengetahui apakah sistem kehabisan RAM.
- Memantau penggunaan swap yang berlebihan.
8. Mengecek Informasi CPU
lscpu
Contoh output:
Architecture: x86_64
CPU op-mode(s): 32-bit, 64-bit
Byte Order: Little Endian
CPU(s): 8
Thread(s) per core: 2
Model name: Intel(R) Core(TM) i7-8550U CPU @ 1.80GHz
Penting untuk mengetahui spesifikasi prosesor dalam troubleshooting dan optimasi performa.
Contoh kasus penggunaannya:
- Pemilihan software: Beberapa aplikasi memiliki persyaratan CPU minimum, seperti jumlah core atau dukungan instruksi tertentu (misalnya AVX, SSE, atau virtualization).
- Virtualisasi: Jika ingin menjalankan mesin virtual, perlu memastikan prosesor mendukung fitur seperti VT-x (Intel) atau AMD-V.
- Optimasi kinerja: Pada server dengan banyak core, load balancing dan konfigurasi proses bisa dioptimalkan agar tidak terjadi bottleneck pada satu core tertentu.
- Troubleshooting: Jika aplikasi berjalan lambat, bisa dicek apakah CPU mengalami beban tinggi atau ada keterbatasan spesifik pada arsitektur CPU yang digunakan.
9. Mengecek Penggunaan Disk
Mengetahui kapasitas penyimpanan dan penggunaan disk sangat penting untuk mencegah sistem kehabisan ruang.
df -h
Contoh output:
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda1 100G 60G 40G 60% /
tmpfs 3.9G 1.2M 3.9G 1% /dev/shm
Penting untuk:
- Memastikan ruang penyimpanan cukup untuk instalasi paket baru.
- Menghindari crash akibat disk penuh pada server produksi.
- Mengidentifikasi partisi yang cepat penuh.
Jika ingin melihat penggunaan disk per folder:
du -sh /var/log/
10. Mengecek Penggunaan Jaringan
Untuk melihat statistik penggunaan jaringan:
ifconfig
Atau pada sistem yang lebih modern:
ip a
Untuk melihat trafik real-time:
nload
Alternatif lain:
netstat -tulnp
→ Menampilkan daftar port yang terbuka dan layanan yang berjalan.ss -tulnp
→ Versi modern darinetstat
.iftop
→ Menampilkan penggunaan bandwidth secara real-time.
Mengapa ini penting?
- Memantau koneksi aktif dan mendeteksi anomali.
- Mengecek apakah ada trafik jaringan yang mencurigakan.
- Memastikan layanan seperti web server atau database dapat diakses dengan benar.
Penutup
Bila dirangkum menjadi satu:
Perintah | Fungsi |
---|---|
cat /etc/os-release |
Menampilkan info nama dan versi distro Linux |
lsb_release -a |
Informasi distro dengan format standar LSB |
uname -r |
Mengecek versi kernel Linux |
uname -m |
Mengecek arsitektur OS (32-bit/64-bit) |
hostnamectl |
Informasi hostname dan sistem |
uptime -p |
Melihat lama sistem berjalan |
free -h |
Menampilkan penggunaan RAM dan swap |
lscpu |
Menampilkan detail prosesor |
df -h |
Melihat kapasitas dan penggunaan disk |
du -sh /folder |
Menampilkan ukuran folder tertentu |
ip a |
Menampilkan informasi jaringan |
nload |
Memantau trafik jaringan secara real-time |