Pakai Inline, Internal, atau External CSS
Pendahuluan
Setidaknya ada 3 cara untuk menambahkan CSS ke dalam kode HTML. Masing-masing cara memiliki kegunaannya sendiri-sendiri.
☐ Inline CSS
☐ Internal CSS
☐ External CSS
☐ Perbandingan di antara ketiga cara tersebut
Sebetulnya, hampir di semua keadaan, saya akan menyarankan untuk menggunakan external CSS (menempatkan kode CSS pada file terpisah dari HTML). Namun, dalam praktiknya di pekerjaan, akan sering dijumpai keadaan di mana kamu membutuhkan cara-cara lainnya.
1. Inline CSS: Untuk Style Cepat pada Satu Elemen
Jika kamu hanya perlu menerapkan style pada satu elemen HTML spesifik saja (misalnya untuk paragraf tertentu satu itu saja), inline CSS adalah pilihan yang tepat. Caranya, cukup tambahkan atribut style
langsung di elemen HTML yang ingin diubah.
Contoh:
<p style="color: blue; font-size: 18px;">Ini teks biru dengan ukuran 18px.</p>
Kapan dipakai?
✅ Untuk perubahan cepat pada elemen tertentu.
❌ Tidak cocok jika style yang sama perlu diterapkan pada banyak elemen.
Catatan: Inline CSS cocok untuk eksperimen cepat, namun tidak efisien untuk proyek besar karena style harus diterapkan secara manual di setiap elemen.
2. Internal CSS: Menyimpan Style di Dalam Halaman
Jika kamu ingin menerapkan style pada beberapa elemen dalam satu file/halaman HTML, internal CSS mungkin bisa jadi pilihan yang tepat. CSS ditulis di dalam tag <style>
di bagian <head>
halaman HTML.
Contoh:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<style>
body {
background-color: #f0f0f0;
font-family: Arial, sans-serif;
}
h1 {
color: #333;
}
</style>
</head>
<body>
<h1>Selamat Datang!</h1>
<p>Ini halaman dengan *style* CSS internal.</p>
</body>
</html>
Kapan dipakai?
✅ Untuk proyek kecil atau halaman web yang hanya membutuhkan satu set style saja.
❌ Tidak ideal untuk proyek besar dengan banyak halaman.
Catatan: Internal CSS lebih mudah dikelola dalam halaman tunggal, namun bisa menyulitkan saat skala proyeknya berkembang. Kalau proyek kamu tersusun oleh banyak halaman web, apa ya nggak ribet kalau kamu harus ubah setiap file untuk ubah warna background (misalnya).
3. External CSS - Styling Banyak Halaman Sekaligus
Jika kamu mengerjakan proyek yang memerlukan konsistensi style di banyak halaman, external CSS adalah pilihan terbaik. Style disimpan dalam file CSS terpisah dan dihubungkan ke HTML menggunakan tag <link>
.
Contoh HTML:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<link rel="stylesheet" href="style.css">
</head>
<body>
<h1>Halo Dunia!</h1>
<p>Ini halaman dengan style CSS eksternal.</p>
</body>
</html>
Contoh File style.css:
body {
background-color: #ffffff;
font-family: 'Verdana', sans-serif;
}
h1 {
color: #007bff;
}
Kapan dipakai?
✅ Untuk proyek besar atau jika ingin memisahkan struktur dan style.
❌ Kurang praktis untuk halaman sederhana atau proyek kecil.
Catatan: Dengan external CSS, kamu cukup ubah satu file style.css
saja untuk merubah style pada semua file HTML yang menggunakannya.
Kapan Pakai yang Mana?
- Inline CSS: Untuk perubahan cepat dan spesifik pada elemen tertentu.
- Internal CSS: Untuk halaman tunggal atau saat eksperimen.
- External CSS: Untuk proyek besar yang membutuhkan konsistensi dan kemudahan pemeliharaan.
Aspek | Inline CSS | Internal CSS | External CSS |
---|---|---|---|
Lokasi Penulisan | Langsung di elemen HTML (atribut style ) |
Di dalam tag <style> di bagian <head> |
Di dalam file CSS terpisah |
Cocok untuk | Perubahan cepat pada elemen tertentu | Halaman kecil atau eksperimen pada satu halaman | Proyek besar, banyak halaman |
Kemudahan Pemeliharaan | Sulit, karena style ada di setiap elemen | Sedikit lebih mudah, tapi masih dalam satu halaman | Sangat mudah, cukup di satu file untuk seluruh halaman |
Skalabilitas | Tidak skalabel, harus diulang untuk setiap elemen | Tidak efisien untuk banyak halaman | Sangat efisien dan terkelola dengan baik |
Waktu Load | Lebih cepat untuk halaman kecil, tapi berpotensi memperlambat dengan banyak elemen | Memiliki waktu load lebih baik daripada inline, tapi lebih lambat dari external | Biasanya paling cepat setelah file pertama kali dimuat (karena cache) |
Praktik Penggunaan | Untuk eksperimen atau style yang hanya digunakan sekali | Untuk halaman yang memiliki beberapa style tapi tidak perlu file terpisah | Untuk proyek dengan banyak halaman atau jika ingin memisahkan konten dan style |
Contoh Penggunaan | <p style="color: red;">Text</p> |
<style> p { color: red; } </style> |
<link rel="stylesheet" href="style.css"> |
Penutup
Sekarang kamu sudah paham perbedaannya dan tahu kapan harus menggunakannya? Silahkan tinggalkan komentar bila ada tanggapan. Terus eksplorasi, eksperimen, dan berkarya!