Web Development - Apa, Mengapa, Bagaimana
Pendahuluan
Website adalah kumpulan halaman web yang saling terhubung dan dapat diakses menggunakan web browser (seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, Safari, Edge, Opera, dll). Sebuah website dapat berisi beragam informasi dalam bentuk teks, gambar, video, animasi, atau elemen interaktif lainnya.
Proses pembuatan website disebut dengan web development. Web development mencakup berbagai aspek, mulai dari desain tampilan hingga pengelolaan server dan database.
Dalam catatan ini, kita akan mengenal beberapa hal mendasar terkait web development:
☐ Frontend dan backend development
☐ Apa yang terjadi ketika kamu membuka sebuah website?
☐ Kenapa belajar web development?
☐ Bagaimana memulai menjadi web developer?
☐ Mitos dan kenyataan seputar web development
☐ Bikin halaman web pertama kamu
1. Frontend dan Backend Development
Setiap tombol yang kamu klik, setiap gambar yang muncul, atau bahkan animasi loading pada halaman web—semuanya adalah hasil dari web development yang dilakukan oleh seorang web developer.
Secara umum, web development dapat dibagi menjadi dua bagian utama:
-
Frontend Development
Bagian ini mencakup segala sesuatu yang langsung terlihat dan digunakan oleh pengguna website. Jika diibaratkan sebagai rumah, frontend adalah dekorasi dan cat temboknya. Beberapa teknologi yang umum digunakan dalam frontend development antara lain:- HTML → Menyusun struktur halaman web (seperti pondasi rumah).
- CSS → Memberikan gaya dan tata letak (warna, bentuk, animasi, dll.).
- JavaScript → Menambahkan fitur interaktif, seperti slider gambar atau formulir dinamis.
Seorang developer yang berfokus pada frontend disebut frontend developer.
-
Backend Development
Kalau frontend itu bagian "luarnya", backend adalah mesin di balik layar. Backend mengatur data dan logika. Misalnya, saat kamu login ke akun di sebuah website, data username dan password diproses oleh backend. Beberapa teknologi yang umum digunakan untuk backend development antara lain:- PHP (contoh: Laravel)
- Node.js (pakai JavaScript di backend)
- Python (contoh: Django, Flask)
- Database seperti MySQL atau MongoDB
- dll.
Developer yang tugasnya dominan dengan urusan backend disebut dengan backend developer.
Selain frontend dan backend, ada yang namanya Fullstack Development. Istilah ini mengacu pada kombinasi antara frontend dan backend. Developer yang bisa mengerjakan keduanya sering disebut "fullstack developer".
2. Apa yang Terjadi ketika Mengakses Website?
Misalnya kamu sedang membuka website https://belajardev.com:
- Kamu buka browser (seperti Chrome atau Safari).
- Ketik alamat website (misal: https://belajardev.com)
- Browser mengirim permintaan (request) ke server.
- Server memproses permintaanmu dan mengirimkan balasan (response).
- Browser menampilkan balasan dari server ke layar perangkatmu.
3. Kenapa Belajar Web Development?
- Peluang Kerja yang Luas: Hampir semua bisnis butuh website!
- Penghasilan yang Menarik: Profesi ini termasuk yang bergaji tinggi.
- Fleksibilitas: Kamu bisa memiliki opsi untuk bekerja secara remote, menjadi freelancer, atau bahkan memulai usaha sendiri.
- Dan lain-lain.
4. Bagaimana Memulai Belajar Web Development?
- Pelajari dasar-dasar HTML, CSS, dan JavaScript.
- Bergabung dengan komunitas developer, follow akun developer di sosial media (seperlunya).
- Gunakan tools seperti VS Code, Chrome Development Tools, dll. Nyamankan diri kamu dengan tool-tool tersebut.
- Buat project sederhana, misalnya website profil pribadi.
- Implementasikan salah satu bahasa pemrograman untuk backend dan penggunaan database pada project sederhana kamu.
- Online-kan project kamu, dan share ke komunitas atau sosial media.
- Terus tingkatkan dan update ilmu serta skill kamu, karena dunia web development terus berkembang.
5. Mitos dan Kenyataan Seputar Web Development
- Mitos: Harus jago matematika untuk jadi developer.
Kenyataan: Nggak juga! Tergantung website/aplikasi apa yang sedang kamu buat. Tapi kebanyakan website dibuat tanpa ada hitung-hitungan yang berarti. - Mitos: Harus hafal semua coding.
Kenyataan: Kamu boleh kok kerja sambil searching internet bila diperlukan. Developer senior-pun juga melakukannya. - Mitos: Belajar coding butuh waktu bertahun-tahun.
Kenyataan: Tergantung target yang ingin kamu capai, tapi dengan fokus dan latihan konsisten, kamu sudah bisa memiliki/membuat website dalam hitungan minggu.
6. Bikin Halaman Web Pertama Kamu
Bikin file HTML:
- Buka teks editor (contoh: VS Code, atau cukup gunakan Notepad).
- Ketik kode berikut:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Halaman Pertamaku</title>
</head>
<body>
<h1>Halo Dunia!</h1>
<p>Ini adalah halaman HTML pertamaku.</p>
</body>
</html>
- Simpan file dan beri nama
index.html
.
Buka file HTML di browser:
- Tutup teks editor.
- Klik 2x nama file
index.html
. Browser akan tampil dan membuka file web pertama kamu.
Jadi, kode di atas ketika dibuka di browser akan menampilkan tulisan besar "Halo Dunia!" dan sebuah paragraf. Kalau kamu mau edit file HTML-nya, tinggal klik kanan, terus Open With ... Notepad atau VS Code atau teks editor lainnya.
Kalau kamu pingin atur warna tulisannya, background, ukuran tulisan, dll, biar nggak kelihatan plain, kamu bisa gunakan CSS. Lihat CSS untuk Mempercantik Halaman Web.
Penutup
Tertarik untuk belajar lebih lanjut? Yuk, bareng-bareng belajar dan praktik web development di BelajarDev.
"Tell me and I forget, teach me and I may remember, involve me and I learn."
— Benjamin Franklin
(Katakan padaku, dan aku akan lupa; ajari aku, dan aku mungkin ingat; libatkan aku, dan aku akan benar-benar belajar.)
"The only way to learn a new programming language is by writing programs in it."
— Dennis Ritchie, pencipta bahasa C
(Satu-satunya cara untuk mempelajari bahasa pemrograman baru adalah dengan menulis program menggunakan bahasa tersebut.)